WRA Indonesia Youth Form New Chapter in West Java
On June 27th, 2012 the West Java Chapter of the Indonesian Midwives Association held a spectacular health seminar that drew 400 students from 27 West Java institutions in attendance. Hj. Netty Prasetiyani Heryawan, M. Si, wife of the governor of West Java and Chair of the West Java PKK, graced the event as the keynote speaker – focusing her speech on maternal health and the role of women and the family, birth preparedness and complication readiness, and girls’ and women’s right to health. Other notable leaders in attendance include Dr. Suryani Soepardan, Dra, MM, Chair of Working Group of Private Institutions of Higher Education of West Java.
Dr. Suryani Soepardan, Dra., MM addressed the students and shared how health service delivery is largely based on the soft skills they will learn, backed by the hard skills critical for conducting their jobs effectively. She also stressed the importance of partnerships. Following her speech, Ibu. dr. Sunitri Widodo (APPI Chairman) and drg. Yetty (APPI West Java Chapter Chairman) described the White Ribbon Alliance Indonesia (APPI) and the Youth White Ribbon Alliance Indonesia (RAPPI). By the seminar’s conclusion a MOU of forming RAPPI was proudly signed off with anticipations of future establishments of RAPPI within other health institutions in West Java.

West Java Governor’s wife, APPI Chairperson, APPI West Java Chair, West Java PokJa Chair and participants of the Health Seminar, also forming of West Java Youth WRA Indonesia in Private School of Health in West Java

APPI Chairperson – dr. Sunitri Widodo – pinning the White Ribbon pin to the West Java Governor’s wife - Hj. Netty Prasetiyani Heryawan, M.Si

MOU being signed off to form Youth WRA Indonesia (RAPPI) by 27 representatives from Health School Institutions in West Java

Participants of Health Seminar derived from 27 Health School Institutions in West Java
REMAJA BERKARYA MELALUI PEMBENTUKAN RAPPI,
SEBUAH SEMINAR KESEHATAN DI JAWA BARAT
Oleh: Ir. Dina Sintadewi
Diprakarsai oleh PokJa (Kelompok Kerja) PTS Jawa Barat yang diketuai oleh mantan Ketua APPI Jabar – Dr. Suryani Soepardan, Dra, MM, APPI Jawa Barat, PD IBI Jawa Barat, pada 27 Juni 2012, sebuah Seminar Kesehatan yang dibuka oleh Pembicara Kunci, Ibu Hj. Netty Prasetiyani Heryawan, M.Si, selain sebagai istri Gubernur Jawa Barat. Beliau juga adalah ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat.
Pada kesempatan di depan 400 mahasiswa sekolah tinggi pendidikan kesehatan swasta di Jawa Barat, beliau mengemukakan antara lain:
- Bahwa isu kesehatan sudah menjadi isu bersama, siapapun harus mengakui bahwa tanpa kesehatan, kita tidak mungkin dapat melakukan kerja-kerja besar untuk masyarakat.
- Bagaimana menurunkan angka kematian ibu, karena dari jumlah penduduk di Jawa Barat, dapat dipastikan bahwa 50% adalah perempuan, sementara angka kematian ibu akibat hamil dan persalinan di Jawa Barat masih termasuk yang tertinggi di Indonesia.
- Perempuan melakukan peran kodrati/perempuan, misalnya hamil, melahirkan, penyusuan.
- Perempuan adalah centre of life, karena peran perempuan yang sangat besar.
- Jawa Barat terbagi menjadi 3 aspek geografis, yaitu region Cirebon, region Tengah dan region Bekasi
- Pengaruh dari aspek sosio cultural, antara lain children trafficking, ditemukan contoh kasus anak perempuan umur 14 tahun sudah hamil, anak perempuan umur 11 tahun baru melahirkan bayi laki-laki, malahan ada anak perempuan umur 12 tahun telah dipaksa bekerja melayani laki-laki dewasa setiap hari.
- Ketergantungan perempuan terhadap laki-laki/ suaminya, misalnya pada saat hendak melahirkan dan terjadi perdarahan dan keadaan sudah parah.
- Pendekatan terhadap masyarakat di Jawa Barat yang terbagi di 3 region sangat berbeda antara 1 region dan region lainnya. Komunikasi yang digunakan harus sesuai dengan kapasitas pendidikan mereka.
- Keunggulan paraji adalah kemampuan interpersonal, padahal kemampuan itu dapat dipelajari.
- Bagaimana kita menjalin networking dengan tokoh-tokoh masyarakat.
Ketua Umum APPI – dr. Sunitri Widodo – dan Ketua APPI Jawa Barat – drg. Yetty menerangkan tentang APPI dan RAPPI. Sementara itu Dr. Suryani Soepardan, Dra, MM mengatakan bahwa pelayanan kesehatan ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skill, serta pentingnya kemitraan.
Seminar diikuti oleh 400 mahasiswa kebidanan dan perawat dari 27 institusi di Jawa Barat, dan telah menanda-tangani kesepakatan pembentukan RAPPI di Jawa Barat dengan mengimplementasikannya di Institusi Pendidikan Kesehatan Swasta di Jawa Barat, dengan harapan kedepannya terbentuk RAPPI di setiap Institusi Kesehatan lainnya di Jawa Barat.




